Nov
5
2011

PENGERTIAN, ASAL – USUL, FUNGSI SERTA PERANAN TASAWUF DALAM KEHIDUPAN MODERN

  1. Pengertian Tasawuf

Tasawuf adalah sikap atau perilaku manusia yang terpuji, mengandung kebaikan dan menuju ridla Allah SWT. sebagaimana tercantum di dalam QS. Al-Furqan ayat 63.

Dan hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati. Dan apabila orang yang bodoh menyapa mereka, maka mereka mengatakan kata-kata yang mengandung keselamatan”

Dan juga diperkuat oleh hadits Rasulullah SAW.

Apakah yang dimaksud dengan ihsan itu? Maka Rosulullah SAW. Menjawab engkau itu menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, namun jikalau engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.(HR. Muslim)

Dalil-dalil tersebut merupakan landasan utama tentang ilmu tasawuf dan para ulama memahami isi kandungan dalil-dalil tersebut sesuai dengan pemahaman masing-masing, sehingga terdapat beberapa pengertian mengenai tasawuf itu sendiri, sebagaiman tercantum dalam tabel berikut ini.

Nama Tokoh

Pendapat Tentang Pengertian Tasawuf

Muhammad bin Ali bin Husain bin Abi Thalib

Kebaikan budi pekerti. Maka apabila bertambah baik kelakuannya, maka bertambah pula tasawufnya

Hasan Nuri

Tasawuf itu tidak terdiri atas praktik-praktik dan ilmu-ilmu tertentu melainkan ia (tasawuf) itu merupakan etika

Ali Karmini

Tasawuf itu merupakan moral/etika yang baik.

Al- Junaidi

Suatu sifat yang di dalamnya terletak dikehidupan manusia

Sehingga dari pendapat-pendapat tersebut, dapat disimpulkan secara singkat bahwa yang dimaksud dengan tasawuf itu adalah sebuah etika yang tertanam dalam hati manusia, dan sifat tersebut merupakan etika yang baik.

  1. Asal-Usul Tasawuf

Sudah dimaklumi bersama bahwa di dalam agama Islam ini memiliki dasar-dasar ajaran, yaitu:

  • Iman, yaitu mengajarkan tentang aqidah dan keimanan seseorang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Simbol ilmunya dinamakan juga Ilmu Al-Aqaid atau ilmu Tauhid

  • Islam, yaitu mengajarkan tentang ibadah, syari’ah dan mu’amalah. Simbol dari ilmu dalah Ilmu Fiqh serta Ushul Fiqh

  • Ihsan, yaitu mengajarkan tentang sikap dan perilkau terpuji dari manusia, baik kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia dan makhluk hidup lainnya. Simbol dari ilmu ini adalah Ilmu Akhlaq atau Ilmu Tasawuf.

Keseluruhan dari pilar-pilar ini saling menguatkan satu sama lain. Maka apabila seseorang tidak memiliki salah satu dari pilar-pilar ini, maka keislamannya belum dikatakan sempurna.

Iman yang sempurna harus diiringi dengan amal yang sholeh. Karena apabila hanya beriman tanpa diiringi dengan amal sholeh maka sama saja artinya dengan mimpi yang tidak pernah menjadi kenyataan, begitupun dengan amal sholeh yang tidak diiringi dengan keimanan maka sama artinya dengan berbuat yang tidak akan mendatangkan sesuatu bahkan pahala untuk bekal di akhirat kelak. Seyogyanya iman yang sempurna adalah yang dibuktikan dengan amal yang sholeh, dan amal yang sholeh juga akan berguna apabila dilandasi oleh iman yang kuat. Maka, apabila iman dan amal sholeh terdapat dalam diri seseorang, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, sebagaimana tercantum dalam QS. An-Nahl ayat 96.

Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan dan ia dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya kami akan berikan kepadanya kehidupan yang lebih baik dan sesungguhnya kami akan memberikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa-apa yang mereka kerjakan.

  1. Istilah-Istilah dalam Tasawuf

Dalam ilmu tasawuf, dikenal dua istilah yang dijadikan landasan metodologi keberhasilannya, yaitu

  1. Ahwal : Suatu keadaan atau kondisi jiwa seseorang yang dicerahkan sehingga jiwanya dapat merasakan kebesaran dan keagungan Tuhan.

  2. Maqomat : Tahapan atau tingkatan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk mendapatkan karunia dan anugrah Allah SWT. adapun untuk tingkatan maqomat sendiri dalam ilmu tasawuf adalah

    1. Zuhud : melepaskan diri dari keterikatan pada kemewahan dan kesenangan dunia (An-Nisa : 77)

    2. Tawakal : Menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT., setelah segala usaha dan ikhtiar ditempuh sesuai dengan kemampuan yang ada (Ath-Tholaq : 3).

    3. Syukur : Sikap berterimakasih atas segala kebaikan yang telah diberika oleh Allah kepadanya (Ibrahim : 7)

    4. Sabar : Rela menerima segala ujian dan beban yang menimpanya (An-Nahl : 127)

    5. Rela/ Ridla : Sikap lapang dada dalam menerima segala sesuatu, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan (Al-Maidah : 119).

    6. Malu : Bersikap malu terhadap Allah atas segala perbuatan yang dilakukan oleh hamba-Nya (Al-‘Alaq : 14).

    7. Mengendalikan Hawa Nafsu : Menahan diri dari dorongan hawa nafsu jahat (An-Nazi’at : 40-41).

  1. Fungsi Tasawuf dalam Kehidupan Sehari-Hari

Adapun fungsi dari tasawuf adalah :

  1. Pedoman moral dan etika dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

  2. Alat untuk menyensor berbagai pengaruh dan dampak yang dibawa oleh arus modernisasi, dengan mengambil yang baiknya serta menolak yang jeleknya.

  3. Sebagai media untuk mengingat Allah dalam situasi dan kondisi apapun.

  4. Menjaga utuhnya jati diri dan harga diri seorang muslim.

  1. Contoh Perilaku Tasawuf

Pada prinsipnya, setiap perilaku yang mencerminkan kepada akhlaq yang baik merupakan salah satu dari ajaran tasawuf, sebab sudah diketahui bersama bahwa yang dimaksud dengan tasawuf adalah akhlaq yang baik.

Menurut Syekh Al-Junaidi Al-Baghdadi bahwa perilaku tasawuf itu dapat digambarkan kepada 8 kategori, yaitu:

  1. Perilaku dermawan terhadap sesama.

  2. Perilaku ridla terhadap apa yang diterima

  3. Perilaku sabar terhadap apa yang menimpa pada dirinya.

  4. Perilaku simbolik dan sadar menerima perintah aturan Allah SWT.

  5. Perilaku menyendiri dan tidak mencintai hal-hal dunia.

  6. Perilaku berpakaian yang sederhana dan tidak memuja materi.

  7. Perilaku yang menjalankan perintah rohani yang tulus dengan menuntut ilmu agama dan shaum.

  8. Perilaku untuk bersikap hidup sederhana dan juga ikhlas.

  1. Menerapkan Tasawuf dalam Kehidupan Modern

Nilai-nilai tasawuf yang dapat dipraktekan dalam kehidupan modern ini adalah

  1. Sabar

Sabar merupakan kunci kebahagiaan dan kesuksesan. Hanya orang-orang yang mampu bersikap sabarlah yang akan mendapatkan buah dari kesabarannya itu serta mampu untuk keluar dari segala permasalahan yang ada.

  1. Iffah

Iffah sendiri memiliki arti menjaga diri dan kehormatan. Sebagai seorang muslim yang baik, maka iffah ini sangat diperlukan mengingat pada zaman modern saat ini banyak sekali orang yang rela menanggalkan harga diri maupun kehormatannya demi kesenangan duniawi yang sementara.

  1. Memelihara Iman

Iman adalah unsur penting dalam menjaga sifat perilaku manusia. Orang yang kuat imannya tidak akan dengan mudah untuk terbawa arus modernisasi yang negatif, baik pergaulan bebas, cinta kesenangan dunia, materialisme amupun konsumtif. Iman akan membimbing seseorang untuk meninggalkan hal-hal yang tidak akan pernah bermanfaat baginya maupun bagi orang lain.

Leave a Reply

My Twitter

Search Engine

Now ^^

Info Beasiswa Hari Ini ^^

Info Beasiswa Terbaru ^^

Scholarships Grants Loan - Scholarships, Grants & Student Loan Information

Calendar ^^

November 2011
M T W T F S S
« Oct   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930